Money

Rupiah Melemah Tipis karena Ekspektasi Suku Bunga AS Masih Tinggi

Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak relatif stabil dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini di level Rp16.800-Rp16.950/dolar AS

Jakarta (KABARIN) - Rupiah dibuka melemah tipis di perdagangan Jumat di Jakarta, turun 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp16.903 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp16.894 per dolar AS.

Taufan Dimas Hareva dari Research and Development ICDX menjelaskan bahwa pelemahan rupiah masih terkait ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang bertahan tinggi lebih lama.

“Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak relatif stabil dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini di level Rp16.800-Rp16.950 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah masih berasal dari penguatan dolar AS di pasar global, seiring ekspektasi suku bunga Amerika Serikat yang bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama,” ungkapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Meski begitu, Taufan menilai pelemahan tidak bakal terlalu dalam karena pasar domestik masih mencermati langkah stabilisasi otoritas moneter serta kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang relatif terjaga.

Sentimen domestik datang dari kebijakan suku bunga Bank Indonesia, stabilitas inflasi, dan arus modal asing di pasar saham dan obligasi. Permintaan valas dari korporasi untuk impor dan pembayaran kewajiban luar negeri juga memberi tekanan jangka pendek.

Namun surplus neraca perdagangan dan komitmen BI menjaga stabilitas nilai tukar menjadi faktor penahan volatilitas rupiah agar tetap terkendali di tengah dinamika global.

Ke depan, pelaku pasar akan memantau data ekonomi AS seperti inflasi dan indikator ketenagakerjaan yang bisa memengaruhi kebijakan Federal Reserve dan pergerakan dolar AS.

Imbal hasil obligasi AS, sentimen risiko global, serta harga komoditas juga bakal menjadi katalis penting bagi pergerakan rupiah.

“Kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut berpotensi menjaga rupiah dalam rentang fluktuasi yang moderat, dengan bias pergerakan masih sensitif terhadap arah dolar AS,” kata Taufan.

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: